07 Maret 2013

Dunia Gemerlap

Sekitar setahun saya bekerja di sebuah majalah gaya hidup. Beberapa kali saya ditugaskan meliput acara sosial yang dihadiri kaum jetset Jakarta.

Tamu acara ini biasanya tampil dengan pakaian dan aksesoris rancangan desainer ternama, menenteng tas bermerek terkenal, dan mengenakan sepatu berharga jutaan rupiah.

Baca selengkapnya...

06 Maret 2013

Semuanya bagi Kepentingan Tuhan

Nick Vujicic, dilahirkan dengan cacat langka yang disebut tetra-amelia. Ia tak punya lengan mulai dari bahu, dan hanya memiliki satu kaki kecil dengan dua jari, yang tumbuh dari paha kirinya. Di luar kekurangan itu, Vujicic sangat sehat.

Namun, ketika sudah bersekolah, tak urung kekurangan fisiknya menjadi pusat olokan. Ia sampai memohon agar Tuhan menumbuhkan tangan dan kakinya. Namun, kondisi tak berubah. Ia pun depresi. Pada usia 8 tahun, ia pernah mencoba bunuh diri.

Baca selengkapnya...

05 Maret 2013

Curang

Dalam sebuah perjalanan dengan kereta api dari Semarang ke Jakarta, saya menyaksikan sebuah iklan layanan masyarakat tentang praktik berdagang yang jujur.

Di situ digambarkan ada seorang ibu yang membeli gula di pasar. Setelah menerima barangnya, si ibu curiga bahwa gula yang ia terima lebih sedikit daripada yang seharusnya.

Baca selengkapnya...

04 Maret 2013

Balok di Mata

Seorang buta dan seorang juling sedang bertengkar. "Ayo kita berkelahi di lapangan, siapa menang, dia yang benar," kata si buta. Si juling menjawab, "Siapa takut?"

Ketika mereka sampai di lapangan, si buta berteriak, "Hei pengecut, jangan sembunyi di tempat gelap, hadapi aku." Tapi si juling segera menyahut, "Kau yang pengecut, kenapa kau membawa teman? Kalau kau lelaki sejati, majulah satu lawan satu."

Baca selengkapnya...

03 Maret 2013

Masih Ingin Lebih

Sebuah dongeng. Seorang pemburu telah berjasa menyelamatkan kuda kesayangan raja dari terkaman harimau. Sebagai hadiah, raja memberikan kepadanya hadiah berupa tanah, seluas yang bisa ia kelilingi dengan berlari dalam tiga hari.

Maka, bergegaslah sang pemburu berlari. Siang malam ia berlari tiada henti, demi mendapat tanah seluas-luasnya. Tidak peduli lapar dan haus, hujan dan terik matahari.

Baca selengkapnya...

02 Maret 2013

Menangis

Dalam banyak kebudayaan, menangis adalah tanda kelemahan. Karena itu, orang cenderung diajar untuk menahan diri dari menangis. Pemahaman ini biasanya berlaku terutama bagi kaum laki-laki.

Di dalam masyarakat, sejak kecil anak laki-laki sudah diajar untuk tidak menangis dengan alasan "laki-laki tidak seharusnya menangis".

Baca selengkapnya...

01 Maret 2013

Pujian yang Tulus

Kebanyakan orang lebih mudah melontarkan kritikan daripada pujian. Ketika seseorang melakukan kesalahan, ia akan dicela habis-habisan. Tetapi, ketika ia berprestasi atau menjalankan tugas dengan baik, tidak banyak pujian yang ia peroleh.

Padahal, pujian yang tulus dan tepat sasaran sangat efektif untuk memacu orang agar berusaha dengan lebih bersemangat. Selain itu, pujian menjadikan seseorang merasa dirinya dihargai.

Baca selengkapnya...